Spermisida

Pengertian Spermisida adalah alat kontrasepsi yang mengandung bahan kimia (non oksinol-9) yang digunakan untuk membunuh sperma.

Jenis Jenis spermisida terbagi menjadi:

Aerosol (busa). Tablet vagina, suppositoria atau dissolvable film. Krim. […]

Pil Kombinasi (Combination Oral Contraceptive Pill)

Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill adalah pil KB yang mengandung hormon estrogen dan progesteron.

Gambar. Pil kombinasi kemasan 28 pil

Pil KB kombinasi mengandung hormon aktif dan hormon tidak aktif, termasuk:

[…]

Cara Minum Pil Kombinasi

Cara Minum Pil Kombinasi Pil kombinasi terbagi dalam berbagai merk, dan biasanya di dalammya terdapat brosur tentang cara pemakaiannya. Sebelum menggunakan pil kombinasi, baca dengan seksama dan pahami bagaimana minum pil dalam keadaan khusus.

Catatan:

Tunjukkan cara mengeluarkan pil dari kemasannya dan pesankan untuk mengikuti anak panah (sesuai hari) yang menunjuk deretan pil berikutnya.

Petunjuk Umum Berikut ini adalah panduan penggunaan pil kombinasi secara umum:

Pil kombinasi sebaiknya diminum setiap hari pada saat yang sama. Pil yang pertama dimulai pada hari pertama sampai hari ke tujuh siklus haid. Penggunaan pil kombinasi dianjurkan diminum pada hari pertama […]

Diafragma

Pengertian Diafragma adalah kap berbentuk bulat, cembung, terbuat dari lateks (karet) yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutupi serviks.

Diafragma dan spermisida

Jenis Jenis diafragma antara lain:

Flat spring (flat metal band). Coil spring (coiled wire). Arching spring (kombinasi metal spring). […]

Cara Pakai Spermisida

Spermisida merupakan alat kontrasepsi sederhana yang mengandung zat kimia untuk membunuh sperma, dimasukkan ke dalam vagina sebelum melakukan hubungan seksual untuk mencegah kehamilan. Sebagai alat kontrasepsi, spermisida dapat digunakan sendiri. Namun demikian, akan jauh lebih efektif bila dikombinasikan dengan alat kontrasepsi lain seperti kondom, diafragma, cervical caps ataupun spons. Bentuk spermisida bermacam-macam, antara lain: aerosol (busa), krim dan jeli, vaginal contraceptive film/tissue, maupun suppositoria.

Contraceptive Technology menyatakan bahwa angka kegagalan dari alat kontrasepsi spermisida ini 18 persen per tahun apabila digunakan dengan benar dan konsisten dan 29 persen apabila digunakan tidak sesuai petunjuk dan kurang berkesinambungan.

[…]